ELf like a Star light

  • Home


 Dieng Plateau atau yang biasa kita kenal Dataran Tinggi Dieng adalah salah satu situs bersejarah yang terdapat di Indonesia. Dataran ini terkenal akan keindahan alamnya yang mempesona. Pemandangan pegunungan hijau dengan hamparan awan yang memukau, lengkap dengan udaranya yang dingin dan segar. 

Selain itu di dataran tinggi Dieng terdapat objek wisata geologi dan sejarah yang juga menarik untuk dikunjungi. Beberapa objek wisata tersebut seperti kawah, telaga, serta komplek kawasan Candi Hindu. 

Secara harfiah, nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu kata “ardhi” yang bermakna gunung dan “hyang” yang artinya para dewa.

Dataran Tinggi Dieng memiliki iklim tropis. Karena terletak pada ±2.000 meter di atas permukaan laut dan terhimpit oleh 4 gunung, udaranya cukup dingin. Pada musim kemarau di siang hari suhu berkisar antara 15o C – 10o C sedangkan pada malam hari suhu berkisar antara 5o C – 10o C , dan kadang-kadang mencapai 0o dan biasanya kondisi tersebut disebut “Bun Upas”, yaitu salju tipis atau embun yang menyapu dataran tinggi dengan suhu di bawah titik beku. Akan tetapi pada bulan Juni, Juli dan Agustus sirkulasi udara biasanya berganti musim. Maka dalam bulan-bulan tersebut suhu udarapun berubah.

Selain subur akan perkebunan dan pertanian sayur mayur seperti kentang, wortel, dan kobis, Dataran Tinggi Dieng memiliki beberapa tanaman endemis yang tumbuh subur namun sangat jarang bisa ditemukan di wilayah lain seperti :

Purwaceng

Purwaceng (Pimpinella alpina Molk) merupakan jenis tanaman obat yang banyak tumbuh secara liar di di kawasan Dieng pada ketinggian 2.000-3000 meter di atas permukaan laut (dpl). Tamanan ini termasuk ke dalam 24 tumbuhan langka di Jawa. Sampai saat ini, lokasi yang dikenal sebagai daerah pengembangannya adalah dataran tinggi Dieng.

Masyarakat umum mengenal purwoceng sebagai pemulih stamina, serta penambah jumlah hormon testosteron dan spermatozoid. Purwoceng sudah banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai obat dalam bentuk ramuan yang tidak berbahaya bagi kesehatan. Bentuk ramuan yang sudah banyak dibuat adalah dalam kemasan teh dan jamu.

Carica

Carica (Carica pubescens) merupakan jenis tanam buah endemik Dataran Tinggi Dieng. Tanaman ini tumbuh di tempat dengan ketinggian 1.400-2400 meter di atas permukaan laut (dpl), temperatur rendah, dan curah hujan tinggi sehingga penduduk setempat sering menyebut pula dengan sebutan pepaya gunung.

Tanaman ini sangat mirip dengan tanaman papaya sehingga tidak heran banyak orang yang salah mengira tanaman carica ini dengan tanaman papaya. Namun jika sudah melihat buahnya, tentu dapat diketahui perbedaannya. Buah Carica ukurannya lebih kecil daripada buah papaya pada umumnya. Buah carica biasanya diolah menjadi manisan dalam bentuk cup oleh masyarakat sekitar Dieng. Selain menyegarkan, carica juga mengandung Vit. C yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Begitulah sekilas artikel mengenai dataran tinggi Dieng. Artikel tidak lengkap? Itu sengaja, agar membuat penasaran dan mencari lebih banyak mengenai dataran tinggi Dieng, kekeke.

Teknologi Jaringan 4G adalah standar teknologi wireless yang dikeluarkan oleh IEE (Institut of Electrical and Electronics Engineering)[1] . Teknologi yang saat ini memenuhi standar teknologi 4G adalah teknologi WiMAX dan LTE. Di Indonesia yang baru memenuhi standar 4G adalah WiMAX dan LTE.
Banyak yang mengatakan teknologi jaringan 4G adalah hasil penyempurnaan dari teknologi sebelumnya. Yaitu teknologi jaringan 3G. Sistem teknologi jaringan 4G dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar daripada 3G sehingga teknologi jaringan 4G dapat memberi layanan IP yang komprehensif yaitu dimana data, suara, dan data multimedia dapat dikirim dan diterima simana saja dan kapan saja asakan terhubung dengan jaringan dengan rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya.
Tetapi ada juga yang memiliki pendapat berbeda karena menurut mereka teknologi jaringan 4G adalah teknologi yang sistemnya berbasis IP yang terintegrasi secara penuh.
Teknologi jaringan 4G adalah pengembangan dari teknologi jaringan 3G. Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang terkadang disebut sebagai teknologi jaringan 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO yang mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun)[2].
Teknologi-teknologi pada generasi 4G[2]
·         Long Term Evolution (LTE)
LTE dibangun dengan tujuan untuk peningkatan efisiensi, penigkatan layanan, pemanfaatan spectrum lain dan integrasi yang lebih baik. Hasil LTE ini adalah berupa evolusi release 8 dari UMTS standard termasuk modifikasi dari sistem UMTS. LTE ini menjadi evolusi lanjutan dari 3G dan akan dikenal sebagai 4G yang nanti akan jauh lebih efisien dan simpel. LTE mampu melakukan Download dan Upload dari telelpon selular dengan kecepatan ratusan Mbps. LTE dipersiapkan untuk format jaringan selular masa depan. Kekuatannya jauh melebihi yang sudah ada baik 3G HSDPA maupun HSUPA karena mampu mengalirkan data hingga 100Mbps untuk Downlink dan 50 Mbps untuk Uplink sehingga dapat mendukung jaringan yang berbasis IP.
·         Ultra Mobile Broadband (UMB)
UMB adalah nama lain untuk CDMA 2000 1x EV-DO revisi C yang dapat mendukung kecepatan data hingga 280Mbps pada kondisi puncak sehingga dapat dikategorikan kedalam generasi 4G. UMB didesain untuk dapat melayani layanan IP Based Voice (VOIP), Multimedia, Broadband, Entertainmnent dan jasa elektronik komersial juga mendukung penuh jaringan jasa wireless pada lingkungan mobile.
UMB mengkombinasikan aspek-asppek terbaik dari CDMA, TMD, LS-OFDM, dan OFDMA kedalam suatu Inteface tunggal menggunakan mekasnisme signaling dan Control optimasi yang lebih tinggi dan maju.
·         Mobile WiMax II (IEEE 802.16m)
Mobile WiMax disebut juga WiMax revisi E, yang standardnya dibuat oleh IEEE, menggunakan teknologi OFDM dan teknologi antenna. Mobile WiMax ini nantinya akan menjadi semacam personal broadband atau DSL on the move. Untuk teknologi ini, layanan yang dapat dinikmati adalah Broadband mobile data yang juga non-mobile operator. Beberapa content yang akan meramaikan WiMax kedepannya adalah VoIP, Game, Audio/Video Live.
Mobile WiMax akan mengarah ke layanan dimana pengguna tidak lagi bergantung pada jaringan akses dimana ia berada. Mobile WiMax menawarkan latency rendah, advanced security, QoS, dan appropriate spectrum harmonization serta worldwide roaming capability. Mobile WiMax dioptimalkan untuk Dynamic Mobile Radio Channel, menyediakan support untuk hand of dan roaming.
Untuk tren yang dapat mempengaruhi komunikasi mobile adalah[1]:
1.      Akses aplikasi internet
2.      Aplikasi web 2.0
3.      Layanan streaming seperti video dan tv
4.      Aplikasi game online dan game waktu nyata
5.      Perangkat mobile office
Kelebihan teknologi LTE 4G adalah teknologi LTE menggunakan standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmuka-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. LTE 4G juga diyakini mampu meningkatkan utililisasi teknologi yang telah ada sehingga dapat menekan biaya yang dibutuhkan untuk penerapannya[2].
Perubahan siginifikan dibandingkan standar sebelumnya meliputi 3 hal utama, yaitu :
-          air interface,
-          jaringan radio,
-          jaringan core.
Di masa yang akan datang, pengguna dijanjikan akan dapat melakukan download dan upload video high definition dan konten-konten media lainnya, mengakses e-mail dengan attachment besar serta bergabung dalam video conference dimanapun dan kapanpun.
LTE juga secara dramatis menambah kemampuan jaringan untuk mengoperasikan fitur Multimedia Broadcast Multicast Service (MBMS), bagian dari 3GPP Release 6, dimana kemampuan yang ditawarkan dapat sebanding dengan DVB-H dan WiMAX . LTE dapat beroperasi pada salah satu pita spektrum seluler yang telah dialokasikan yang termasuk dalam standar IMT-2000 (450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum yang baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.
Beberapa kelebihannya lainnya dari LTE 4G yaitu [2] :
1.      Tingkat download sampai dengan 299.6 Mbis/s dan tingkat upload gingga 75.5 Mbis/s tergantung pada katrgori perangkat yang digunakan.
2.      Peningkatan dukungan untuk mobilitas, sebagai contoh dukungan untuk terminal bergerak hingga 350km/jam atau 500 km/jam tergantung pita frekuensi.
3.      Dukungan untuk semua gelombang frekuensi yang saat ini digunakan oleh sistem IMT dan ITU-R.
4.      Di daerah kota dan perkotaan, frekuensi band yang lebih tinggi (seperti 2.6 GHz di Uni Eropa) digunakan untuk mendukung kecepatan tinggi mobile broadband.
5.      Dukungan untuk MBSFN (Multicast Broadcast Single Frequency Network). Fitur ini dapat memberikan layanan seperti Mobile TV menggunakan infrastruktur LTE, dan merupakan pesaing untuk layanan DVB-H berbasis siaran TV.
Kendala Teknologi Jaringan 4G di Indonesia[1]
Yang menjadi kendala dalam teknologi jaringan 4G di Indonesia sendiri adalah dari segi regulasi ketersediaan frekuensinya karena sumber daya yang terbatas disini adalah frekuensi oleh karena itu pemanfaatannya harus semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakatnya. Untuk regulasi dalam aspek hardware teknologi jaringan 4G adalah LTE. Teknologi jaringan 4G di Indonesia seperti yang di ketahui bahwa LTE merupakan standar salah satunya, tetapi LTE untuk teknologi jaringan 4G bukan standar yang sebenarnya setelah di uji coba oleh beberapa operator yang berada di Indonesia. Uji coba untuk LTE di Indonesia yaitu LTE release-8, dimana ini hanya menjadi standar untuk teknologi 3GPP (Third Generation Partneurship Project).
Jadi teknologi jaringan 4G belum bisa digunakan dengan sempurna di Indonesia itu disebabkan oleh adanya kendala di regulasi dan kendala tersebut di Indonesia sendiri belum mengaturnya terutama dalam hal ketersediaan frekuensi, padahal hal tersebut sangat penting dalam menjalankan teknologi jaringan 4G. Dari penjabaran tersebut maka yang sangat menjadi faktor utama dan sangat berpengaruh pada sistem layanan LTE 4G di Indonesia yaitu dari segi regulasi di Indonesia yang belum diatur dengan baik. Regulasi yang paling utama disini yaitu frekuensi, karena seperti yang telah dikatakan oleh salah satu pakar di bidang telekomunikasi dan jaringan multimedia yang bernama Joko Suryana dalam media cetak menyebutkan bahwa pita frekuensi yang biasa digunakan LTE di dunia yaitu 700/800 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz dan 2600 MHz. Permasalahan di Negara Indonesia sendiri adalah dari frekuensi-frekuensi yang telah disebutkan oleh Joko Suryana selaku pakar telekomunikasi dan jaringan multimedia bahwa frekuensi tersebut sudah digunakan oleh para operator selular maupun para penyiaran sehingga untuk saat ini tidak ada alokasi frekuensi yang kosong untuk sistem LTE tersebut. Kemudian menurut Herfini Haryono, Direktur perencanaan dan pengembangan Telkomsel pada saat itu masih dalam suatu artikel media cetak menegaskan tinggal menunggu regulasi saja, jika sudah mendapat izin maka akan bisa segera diimplementasikan. Untuk mendukung broadband termasuk implementasi LTE di Indonesia, Telkomsel menambah investasi yang sebesar 50 persen capek (capital expenditure) dialokasikan untuk jaringan 3G.




[1]      N. Made, E. Pratiwi, I. Ayu, L. Dewi, and N. D. Wirastuti, “Implementasi Teknologi 4G LTE di Indonesia,” no. November, pp. 14–15, 2013.
[2]      A. Penerapan, T. Jaringan, L. T. E. Di, F. Fauzi, G. S. Harly, and H. Hs, “Vol.10, No. 2,” vol. 10, no. 2, pp. 281–290.



Fifth Generation atau generasi kelima yang biasa di singkat ini 5G adalah generasi lanjutan untuk sistem telekomunikasi seluler yang merupakan pengembangan atau revolusi dari sistem telekomunikasi sebelumnya, yaitu 4G. Dalam teknologi 5G standar-standar yang akan digunakan nantinya akan mengubah beberapa regulasi telekomunikasi yang kemudian akan menjadi obsolete. Di Indonesia sendiri teknologi 5G direncanakan akan dirilis pada tahun 2020 nanti.
Teknologi 5G sedang dikembangkan untuk dapat mengakomodasi QoS (Quality of Service) dan menunjang akses broadband nirkabel, MMS, video chat, mobile TV, konten HDTV, Digital Video Broadcasting (DVB). [1]

Visi dari 5G[2] sendiri adalah :
-          Data rates yang tinggi (1-10 Gbps);.
-          Memiliki latensi dibawah 1 ms;
-          Biaya dan energi yang efisien (cost & energy efficiency);
-          1000x kapasitas saat ini;
-          Cakupan yang luas dengan menggunakan jaringan heterogen;
-          Konektivitas  yang stabil.
Teknologi-teknologi yang mempunyai kesamaan dengan teknologi 5G[2] adalah :
1.      Massive MIMO
Teknologi MIMO sudah digunakan dalam teknologi 4G sebelumnya, yaitu digunakan dalam setiap stasiun pemancar/ penerima dengan menggunakan antena lebih dari satu.
2.      Beyond 6 GHz (mmWave)
Gelombang milimeter / Millimetre wave (mmWave) atau yang juga disebut millimetre band adalah frekuensi dengan panjang gelombang antara 10 sampai dengan 1 milimeter. Gelombang milimeter berada di spektrum 30 – 300 Ghz, sehingga dikategorikan sebagai Extremely High Frequency (EHF).
3.      Advanced Radio Access Networks (RANs): Heterogeneous Networks (HetNets)
HetNet mengarah ke penyediaan jaringan seluler melalui kombinasi dari berbagai jenis sel (misalnya makro, piko atau sel femto) dan teknologi akses yang berbeda (yaitu 2G, 3G, 4G, Wi-fi). Dengan mengintegrasikan sejumlah teknologi yang beragam tergantung pada topologi area cakupan, operator dapat berpotensi memberikan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten dibandingkan dengan apa yang dapat dicapai dengan jaringan homogen. 
Evolusi infrastruktur HetNet yang terjadi pada teknologi 5G:
-          Small Cells; dengan menempatkan empat smallcell dalam satu makro, tidak hanya memberikan offload data lebih dari 50 persen, tetapi juga meningkatkan kinerja jaringan makro oleh sebesar 315
-          Cloud RAN; C-RAN merupakan arsitektur jaringan seluler baru yang berbasis cloud computing.
-          D2D (Device to Device) Communication;
4.      Software Define Network (SDN)
Teknologi software define radio (SDR) adalah teknologi yang akan memberikan fleksibilitas, power dan biaya yang efisien. Berdasarkan The SDR Forum dalam IEEE working group, SDR adalah kesatuan dari teknologi hardware dan software dimana sebagian atau semua fungsi operasional radio (termasuk proses physical layer) diimplementasikan dalam software maupun firmware yang dapat dimodifikasi yang bekerja pada programmable processing technologies.
5.      Cognitive Radio Network (CRN)
Radio kognitif pertama kali diperkenalkankan pada tahun 1999 oleh Mitola. Radio kognitif dapat meningkatkan utilisasi spektrum dengan cara mencari secara terus menerus frekuensi (spectrum sensing) yang kosong (tidak terpakai) secara real time. Dalam radio kognitif, hal yang diperhatikan adalah: spectrum sensing; manajemen spektrum dan handoff; serta alokasi spektrum dan sharing spektrum.
6.      Visible Light Communication (VLC)
Visible Light Communication (VLC) adalah teknologi komunikasi data yang menggunakan cahaya sebagai carrier. Frekuesi yang digunakan teknologi VLC adalah 430 THz sampai dengan 790 THz yang pada dasarnya merupakan cahaya tampak oleh mata manusia. Penggunaan frekuensi yang tinggi akan memberikan data rate yang tinggi tetapi seperti sifat cahaya, VLC tidak dapat menembus sebagian besar benda dan dinding tembok. Teknologi VLC dapat menggunakan atau reuse infrastruktur penerangan jalan sehingga penggunaan infrastruktur akan lebih efisien.

Arsitektur 5G[3]
Dalam jaringan 5G terdapat tiga arsitektur, yaitu multi-tier, berbasis CRN, berbasis komunikasi D2D, dan arsitektur berbasis cloud.
·         Arsitektur Two-tier
Beberapa arsitektur two-tier yang diusulkan untuk jaringan 5G adalah sebuah macrocell yang mencakup semua sel kecil seperti Femtocell, Picocell, Microcell, Macrocell.

Sel
Rentang
Pengguna
Femtocell
10-20 meter
Beberapa pengguna
Picocell
200 meter
20 - 40
Microcell
2 kilometer
> 100
Macrocell
30-35 kilometer
Banyak
Tabel : Klasifikasi sel.


Gambar : arsitekture Multi-tier untuk jaringan 5G dengan sel-sel kecil, sel-sel kecil untuk mobile, dan D2D, dan komunikasi berbasis CRN[3]

Keuntungan dari penggunaan sel kecil adalah:
1.      Tinggi data rate dan efisiensi penggunaan spektrum.
2.      Hemat energi.
3.      Mengghemat uang.
4.      Mengurangi kemacetan atau kelambatan ke MBS.
5.      Kemudahan dalam handoff.

Kerugian yang ditimbulkan oleh penggunaan sel kecil adalah biaya implementasi dan kehandalan operasional. Selain itu, wajib melakukan otentifikasi secara teratur karena mengoperasikannya secara handoff.

·         Arsitektur berdasarkan Cognitive Radio Network
Cognitive Radio Network (CRN) adalah kumpulan node kognitif radio (atau prosesor), yang disebut pengguna sekunder yang mengeksploitasi spektrum oportunis. Pengguna sekunder memiliki LEIRA (learning, efficiency, intelligence, reliability, dan adaptively) properti untuk meemindai dan mengoperasikan beberapa saluran heterogen (atau pita frekuensi) di ketidak hadiran pengguna berlisensi, yang disebut sebagai pengguna utama. Setiap pengguna utama mempunyai bandwidth tetap, daya pancar yang tinggi, dan keandalan yang tinggi.
Fungsi dari CRN didalam jaringan 5G adalah digunakan untuk merancang arsitektur multi-tier, dan menghilangkan gangguan yang terjadi antara sel-sel, dan meminimalkan penggunaan energi dalam jaringan.
·         Perangkat ke Perangkat dalam Arsitektur Komunikasi
Komunikasi Device-to-Device (D2D) adalah fitur yang mengijinkan untuk terjadinya komunikasi antara perangkat yang satu dengan perangat yang lain di bandwidth dari sel yang berlisensi tanpa melibatkan MBS atau dengan melibatkan MBS dengan sangat dikendalikan.
Jenis-jenis dari komunikasi D2D ada empat. Yaitu :
1.      Perangkat menyampaikan dengan operator yang dikendalikan Link pembentukan (DR-OC).
2.      Komunikasi langsung D2D dengan operator pembentukan yang dikendalikan Link (DC-OC).
3.      Perangkat menyampaikan dengan perangkat yangdikendalikan Link pembentukan (DR-DC).
4.      Komunikasi langgsung D2D dengan perangkat yang dikendalikan Link pembentukan (DC-DC)
Dampak dari teknologi D2D adalah :
-          Hilangnya call data record sehingga dapat mengacaukan proses ICT forensic.
-          Sistem komunikasi D2D akan berpengaruh terhadap sistem billing dan hal ini perlu diatur secara regulasi.
-          Permasalahan privasi terutama kepada perangkat pribadi yang difungsikan sebagai AdHoc.
-          Regulasi yang mengijinkan menggunakan perangkat lain sebagai relay, selain itu penggunaan perangkat lain sebagai relay akan menyebabkan pemborosan baterai/energi.[2]

·         Arsitektur berbasis Cloud
Cloud computing infrastruktur yang menyediakan on-demand, mudah, dan akses scalable untuk berbagi configurasi sumber, tanpa khawatir mengenai pengelolaan sumber. Masuknya cloud dalam komunikasi mobile seluler bisa memberikan keuntungan dalam sistem komunikasi.







[1]      J. L. Di and P. Purwokerto, “PAPER SISKOM TEKNOLOGI 5G ( Fifth Generation ),” 2015.
[2]      A. Febian and S. Admaja, “Kajian Awal 5G Indonesia 5G Indonesia Early Preview,” vol. 13, no. 2, pp. 97–114, 2015.
[3]      N. Panwar, S. Sharma, and A. K. Singh, “A Survey on 5G : The Next Generation of Mobile Communication ∗,” 2015.



Postingan Lama Beranda

ABOUT AUTHOR

Follow us

POPULAR POSTS

  • Perbedaan Pada Windows Linux dan Macintosh
    Kali ini yang akan dibahas adalah perbedaan-perbedaan yang ada pada windows, linux, dan macintosh. Pasti sudah banyak yang tahu. tapi bag...
  • Macam-Macam Sistem Oprasi Komputer Selain Windows
    Sekarang ini hampir setiap orang menggunakan sistem operasi komputer menggunakan windows. Baik itu windows 7 maupun windows 8. Sebenarnya s...
  • Kelebihan dan Kekurangan Linux Windows Machintosh dan DOS
    Linux Kelebihan Linux : - Linux Bersifat open source, terbuka dan bebas sehingga untuk mendapatkannya tidak memerlukan biaya (LISENSI ...
  • [TUTORIAL] Menginstal VMware Workstation 10
    Instalasi VMware Workstation 10 Abstract VMWare is a software for virtual machine (virtual machine). Its function is to run many oper...
  • VMware Windows 8
    Absract Windows 8 is a personal computer operating system developed by Microsoft. Windows 8 introduced major changes to the operating s...
  • Jaringan 4G dan Kendalanya
    Teknologi Jaringan 4G adalah standar teknologi wireless yang dikeluarkan oleh IEE (Institut of Electrical and Electronics Engineering) [1] ...
  • Dieng Plateau, Java
     Dieng Plateau atau yang biasa kita kenal Dataran Tinggi Dieng adalah salah satu situs bersejarah yang terdapat di Indonesia. Dataran ini te...
  • Fungsi Sistem Operasi Komputer
    Fungsi Sistem Operasi Komputer   - Beberapa fungsi dari sistem operasi komputer masih belum diketahui oleh banyak orang.  Fungsi sistem...
  • Penerapan 4G di Indonesia, Tantangan dan Solusinya
    Pendapat saya dari artikel berjudul “ Mengintip Perkembangan 4G LTE dan Permasalah Internet Lemot di Indonesia “ yang ditulis oleh Audi E...

Advertisement

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

Popular Posts

  • Perbedaan Pada Windows Linux dan Macintosh
    Kali ini yang akan dibahas adalah perbedaan-perbedaan yang ada pada windows, linux, dan macintosh. Pasti sudah banyak yang tahu. tapi bag...
  • Macam-Macam Sistem Oprasi Komputer Selain Windows
    Sekarang ini hampir setiap orang menggunakan sistem operasi komputer menggunakan windows. Baik itu windows 7 maupun windows 8. Sebenarnya s...

Advertisement

Copyright © 2016 ELf like a Star light. Created by OddThemes